Asal Usul Nama Riau

Asal Usul Nama Riau

Kajian sejarah toponomi merupakan salah satu upaya dalam menjelaskan sejarah asal-usul nama suatu tempat atau nama sebuah daerah. Berdasarkan beberapa kajian yang sudah dilakukan, baik penelitian, maupun kajian arsip, menyebutkan bahwa nama sebuah tempat atau daerah tidak sekedar nama saja. Berdasarkan hasil pengkajian, nama tempat atau daerah biasanya mempunyai riwayat masing-masing. Berdasarkan hasil kajian sejarah nama tempat atau daerah, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Nama tempat tersebut berdasarkan suatu peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi. Suatu peristiwa yang dianggap masyarakat setempat sangat penting dan selalu menjadi patokan atau dikaitkan dengan nama tempat peristiwa itu terjadi.
  2. Nama tempat tersebut dikaitkan dengan vegetasi atau tumbuh-tumbuhan yang banyak ditemukan di suatu tempat. Nama tumbuh-tumbuhan yang banyak di suatu tempat, lama kelamaan menjadi nama tempat tersebut.
  3. Nama tempat tersebut dikaitkan dengan nama seorang tokoh yang pernah bermukim atau yang memiliki tempat tersebut. Karena terkenalnya seseorang di suatu tempat, maka menyebabkan masyarakat lebih mengenal tokoh tersebut, lama kelamaan nama tokoh itu menjadi nama tempat dan sekaligus sebagai penanda tempat atau kampung.
  4. Nama tempat tersebut dikaitkan dengan bentukan alam atau letak suatu di tempat tertentu. Masyarakat mengaitkan nama suatu tempat dengan bentukan alam yang khas di suatu tempat.
  5. Nama suatu tempat atau kampung dikaitkan dengan konsentrasi sekelompok orang (pendatang) yang bermukim di suatu tempat tertentu. Masyarakat setempat mengaitkan nama suatu tempat dengan nama suku atau nama etnis ataupun nama tempat asal pendatang yang mendiami tempat tersebut. Nama suatu tempat atau kampung dikaitkan dengan nama hewan atau nama binatang yang banyak ditemukan di tempat tersebut.

Riau, orang sering menghubungkan provinsi ini dengan minyaknya yang berlimpah. Namun, bagaimana dengan asal usul Riau sehingga dapat menjadi sebuah provinsi seperti Riau yang dikenal saat ini? Tentu tidak lepas dari sejarah yang membangunnya. Membicarakan sebuah kajian tentang asal-usul sebuah nama daerah tentu cukup menarik untuk disimak, salah satunya kajian tentang asal-usul nama Riau. Hasil kajian Hasan Junus, seorang peneliti naskah Melayu di Riau mencatat paling kurang ada 3 kemungkinan asal nama Riau. Pertama toponomi Riau berasal dari penamaan orang Portugis dengan kata Rio yang berarti sungai. Secara etimologis kata “Riau” berasal dari kata “Rio” (Bahasa Portugis) yang berarti “sungai”. Misalnya Rio de Janeiro artinya Sungai Januari. Di pulau Bintan ada sebuah sungai yang bernama Rio, yaitu sungai Rio. Dari kata Rio ini berubah menjadi Riau. Orang Belanda menulis kata Riau ini dengan “Riouw” dan sekarang dikenal tulisan Riouw dengan perkataan Riau saja.

Kedua, mungkin berasal dari tokoh sinbad Al-bahar dalam kitab Alfu Laila Wa laila (seribu satu malam) yang menyebut Riahi,yang berarti air atau laut. Hal ini pernah di kemukakan oleh Oemar Amin Husin. Seorang tokoh masyarakat dan pengarang asal Riau dalam salah satu pidatonya mengenai terbentuknya propinsi Riau. Ketiga, berasal dari penuturan masyarakat setempat. Lafalz atau ucapan sehari-hari masyarakat sekitar, seperti Ucapan sehari-hari dalam masyarakat Siak dikenal kata “meriau” yang artinya musim ikan bermain-main, di Kuantan Sengingi “meriau” berarti suatu cara mengumpulkan ikan pada suatu tempat untuk mudah ditangkap dalam jumlah besar. Dari meriau ini berubah menjadi kata Riau. Disamping itu dalam masyarakat Kepulauan Riau, dikenal pula kata “Rioh”.  Di angkat dari kata Rioh atau Riuh, yang berarti ramai,Hiruk pikuk orang bekerja. Kata Rioh yang dimaksud disini mungkin adalah suara yang ramai di pusat kerajaan Melayu Riau. Pusat kerajaan itu terletak di sebelah hulu sungai Carang yang ramai suaranya karena kesibukan perdagangan yang keluar masuk pusat kota. Pusat perdagangan itu dikenal dengan nama “Bandar Rioh” yang didirikan oleh Sultan Ibrahim Syah (1671-1682) dalam Kemaharajaan Melayu. Bila dihubungkan pengertian Rio yang artinya sungai dengan kata Rioh yang artinya suara yang ramai, terdapat suatu pengertian yang hampir sama. Sungai Riau ini terletak pada arus lalu lintas perdagangan internasional di Selat Malaka.

Nama Riau yang berasal dari penuturan orang Melayu setempat, kabarnya ada hubungannya dengan peristiwa didirikannya negeri baru di sungai Carang, Untuk dijadikannya pusat kerajaan. Hulu sungai inilah yang kemudian bernama Ulu Riau. Adapun peristiwa itu kira-kira mempunyai teks sebagai berikut:

Tatkala perahu-perahu dagang yang semula pergi ke makam Tuhid (ibu kota Kerajaan Johor) di perintahkan membawa barang dagangannya ke sungai Carang di pulau Bintan, di muara sungai itu mereka kehilangan arah. Bila ditanyakan kepada awak-awak perahu yang hilir, “di mana tempat orang-orang raja mendirikan negeri ?” mendapat jawaban “Di sana di tempat yang rioh”, Sambil mengisyaratkan ke hulu sungai menjelang sampai ketempat yang di maksud jika di tanya ke mana maksud mereka, selalu mereka jawab “mau ke rioh”

Berdasarkan beberapa keterangan di atas maka nama Riau besar kemungkinan memang berasal dari penamaan rakyat setempat, yaitu orang Melayu yang hidup di daerah Bintan. Nama itu besar kemungkinan telah mulai terkenal semenjak Raja Kecik memindahkan pusat kerajaan melayu dari Johor ke Ulu Riau pada tahun 1719. Setelah itu, nama ini di pakai sebagai salah satu negeri dari 4 negeri utama yang membentuk Kerajaan Riau, Lingga, Johor dan Pahang. Kemudian dengan perjanjian London 1824 antara Belanda dengan Inggris, kerajaan ini terbagi menjadi dua.

Bagian Johor, Pahang berada di bawah pengaruh Inggris, sedangkan belahan bagian Riau-Lingga berada dibawah pengaruh Belanda. Pada zaman penjajahan Belanda 1905-1942, nama Riau di pakai untuk sebuah karesidenan yang daerahnya meliputi kepulauan Riau serta Pesisir timur sumatera bagian tengah. Demikian juga pada saat zaman Jepang, nama Riau juga masih di pertahankan. Setelah Provinsi Riau terbentuk pada tahun 1958, nama Riau masih dipergunakan sampai sekarang ini.

Daftar Pusataka
Riau Al-Munawwarah (Menuju Masyarakat Madani Untuk Mewujudkan Visi Riau 2020) karangan H. Rusli Efendi, S.Pd.I, SE, M. Si