{"id":1009,"date":"2013-03-19T00:48:22","date_gmt":"2013-03-19T00:48:22","guid":{"rendered":"http:\/\/news-feday.16mb.com\/?p=1009"},"modified":"2016-09-16T05:53:48","modified_gmt":"2016-09-16T05:53:48","slug":"kota-makkah-adalah-pusat-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=1009","title":{"rendered":"Kota Makkah Adalah Pusat Bumi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, \u201cPlanet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka\u2019Bah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka\u2019Bah di planet Bumi dengan Ka\u2019bah di alam akhirat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama \u2018Zero Magnetism Area\u2019, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka\u2019Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka\u2019Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Rasulullah SAW bersabda :<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cHajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Radiasi dari Ka&#8217;bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur&#8217;an ialah berasal dari ALLAH, &amp; bukti Qur&#8217;an mukjizat sepanjang masa. Karena banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Adakah hadis nabawi yg mbuktikan fakta yang mengejutkan ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jawapannya adalah YA..<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nabi bersabda:<\/span> <span style=\"color: #000000;\">\u2018Ka\u2019bah itu adalah sesistem tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas.\u2019 Ini dapat dibuktikan dgn fakta2 saintifik:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Bukti2 Makkah Pusat Bumi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">[ Bukti 1 ]<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Allah berfirman di dalam al-Qur\u2019an al-Karim sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u2018Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur\u2019an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..\u2019 (asy-Syura: 7)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kata \u2018Ummul Qura\u2019 berarti ibu bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagaimana seorang ibu adalah sumber keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber kepada semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">[ Bukti 2 ]<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa ayat dan hadis nabawi yang memperkuatkan fakta ini. Allah berfirman maksud-nya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan). (ar-Rahman: 33).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan ayat ini dan beberapa hadis dapat difahamkan bahawa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu bererti bahwa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan langit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">[ Bukti 3 ]<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat kaabah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nabi SAW bersabda maksudnya:<\/span> <span style=\"color: #000000;\">&#8220;Wahai orang-orang Mekah, wahai orang-orang Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit&#8221;.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">[ Bukti 4 ]<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.<\/span><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu dia meneliti posisi 7 benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Setelah 2 tahun membuat kajian yg complex itu dgn program2 komputer utk menentukan jarak2 yg tepat dll. Dia merasa kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dia mengumpamakan seperti 1 lingkaran dan Makkah ialah titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Ogos 1978).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">[ Bukti 5 ]<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, memberikan hasil yang sama ketika kajian lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">[ Bukti 6 ]<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Telah ada teori ilmiah yg sahih bhawa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa&#8217;:82<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">LIKE\/SHARE agar Kebaikan Terus Menyebar!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, \u201cPlanet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.\u201d Para astronot telah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1258,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[29,388],"class_list":["post-1009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bumi","tag-mekkah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1009\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}