{"id":1169,"date":"2014-03-06T01:49:34","date_gmt":"2014-03-06T01:49:34","guid":{"rendered":"http:\/\/syedara.com\/?p=1169"},"modified":"2016-09-16T05:41:06","modified_gmt":"2016-09-16T05:41:06","slug":"istilah-istilah-sistem-reproduksi-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=1169","title":{"rendered":"Istilah-istilah Sistem Reproduksi Manusia"},"content":{"rendered":"<div id=\"post-body-6458800514245239935\" style=\"text-align: justify;\">\n<div>Semua orang kesehatan pasti tahu tentang istilah di bawah ini karena istilah-istilah sistem reproduksi ini menjadi pelajaran yang sangat menarik untuk dibahas ketika masih duduk di bangku kuliah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Testis:\u00a0Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang atau dua. Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos.<\/div>\n<ul>\n<li>Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.<\/li>\n<li>Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.<\/li>\n<li>Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).<\/li>\n<li>Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.<\/li>\n<li>Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.<\/li>\n<li>Vesikula seminalis\u00a0atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.<\/li>\n<li>Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.<\/li>\n<li>Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).<\/li>\n<li>Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).<\/li>\n<li>Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.<\/li>\n<li>Spermatogenesis\u00a0terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis.<\/li>\n<li>Testoteronb\u00a0disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.<\/li>\n<li>LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron<\/li>\n<li>FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.<\/li>\n<li>Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.<\/li>\n<li>Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.<\/li>\n<li>Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.<\/li>\n<li>Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.<\/li>\n<li>Prostatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.<\/li>\n<li>Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.<\/li>\n<li>Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas<\/li>\n<li>Klitoris (kelentit), yaitu struktur yang homolog dengan penis.<\/li>\n<li>Vulva, terdiri atas labium mayor (bibir besar) dan labium minor (bibir kecil).<\/li>\n<li>Lubang saluran kencing, merupakan saluran terluar uretra<\/li>\n<li>Lubang vagina, merupakan ujung terluar vagina<\/li>\n<li>Fundus, yaitu bagian lipat paha<\/li>\n<li>Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang.<\/li>\n<li>Estrogen dihasilkan oleh plasenta yang konsentrasinya meningkat pada saat persalinan. Estrogen berfungsi untuk kontraksi uterus.<\/li>\n<li>Oksitosin dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin. Oksitosin berfungsi untuk kontraksi uterus.<\/li>\n<li>Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin. Prostaglandin berfungsi untuk meningkatkan intensitas kontraksi uterus.<\/li>\n<li>Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. Relaksin berfungsi untuk relaksasi atau melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan.<\/li>\n<li>Laktasi:\u00a0Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar (duktus kelenjar) yang belum berkembang.<\/li>\n<li>Hormon adalah\u00a0Zat kimia yang disintesis oleh sel-sel, seringkali dihimpun ke dalam kelenjar-kelenjar tak bersaluran, dan disekresikan ke dalam da\u00adrah untuk pengangkutan ke tempat yang jauh, dan sebagai fungsi uta\u00admanya adalah berkhasiat terhadap metabolisme umum atau khas dari sel-sel lain dari organisme yang sama.<\/li>\n<li>Endokrinologi :\u00a0Ilmu dan pengkajian terhadap sistem endokrin dan perannya dalam fisiologi tubuh.<\/li>\n<li>Endokrinologi umum:\u00a0Pengkajian terhadap semua komunikasi antara sel-sel oleh utusan kimiawi yang disintesis in vivo.<\/li>\n<li>Endokrinologi klasik:\u00a0Segi-segi dari endokrinologi umum yang melibatkan kerja hormon yang sesungguhnya dari kelenjar-kelenjar endokrin klasik.<\/li>\n<li>Neuroendokrinologi :\u00a0Segi-segi dari endokrinologi umum yang melibatkan sistem saraf atau sel-sel sekretorik perifer yang embriologis berasal dari neuroektoderm.<\/li>\n<li>Endokrinopati :\u00a0Setiap penyakit yang disebabkan oleh kelainan sistem endokrin; ketidak\u00adseimbangan hormonal.<\/li>\n<li>Endokrinosis :\u00a0Suatu keadaan yang terganggu karena disfungsi dari sistem endokrin.<\/li>\n<li>Endokrinoterapi :\u00a0Pengobatan penyakit dengan pemberian sediaan endokrin; terapi hormonal (hormonoterapi)<\/li>\n<li>Endokrinolog (spesialis endokrinologi) :\u00a0Individu yang trampil dalam endokrinologi, dan dalam diagnosis serta pengobatan dari kelainan kelenjar-kelenjar yang bersekresi internal, yaitu kelenjar endokrin.<\/li>\n<li>Ginekologi :\u00a0Cabang ilmu kedokteran yang mengobati penyakit-penyakit saluran geni\u00adtal wanita.<\/li>\n<li>Ginekologik :\u00a0Mengenai atau mempengaruhi saluran reproduksi wanita.<\/li>\n<li>Obstetri :\u00a0Cabang ilmu bedah yang mencakup penanganan kehamilan, persalinan, dan nifas.<\/li>\n<li>Reproduksi aseksual :\u00a0Reproduksi tanpa penyatuan dari sel-sel kelamin, seperti dengan pe\u00adnguraian atau pertunasan.<\/li>\n<li>Reproduksi seksual :\u00a0Reproduksi dengan penyatuan sel-sel kelamin wanita dengan sel-sel kelamin pria.<\/li>\n<li>Reproduksi sitogenetik :\u00a0Reproduksi, yang individu barunya berkembang dari sel-sel benih tung\u00adgal atau zigot.<\/li>\n<li>Reproduksi somatik :\u00a0Reproduksi, yang individu barunya berkembang dari suatu fragmen multiselu-ler yang dihasilkan dengan penguraian atau pertunasan.<\/li>\n<li>Reproduktif :\u00a0Melayani atau bertalian dengan pembuatan keturunan.<\/li>\n<li>Fertil : subur, mudah dibuahi<\/li>\n<\/ul>\n<div>\n<div><strong>Fertilitas<\/strong><\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div>1. Kemampuan untuk hamil atau memicu pembuahan.<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div>2. Rasio (nisbah) dari jumlah kelahiran per tahun terhadap jumlah wanita usia subur.<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div>Itulah Beberapa istilah dalam kesehatan sistem reproduksi manusia, mudah-mudahan bisa membantu anda semua, terutama para mahasiswa baru kebidanan.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semua orang kesehatan pasti tahu tentang istilah di bawah ini karena istilah-istilah sistem reproduksi ini menjadi pelajaran yang sangat menarik untuk dibahas ketika masih duduk di bangku kuliah. Testis:\u00a0Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang atau dua. Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1170,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[314,131],"class_list":["post-1169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-manusia","tag-reproduksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1169"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1169\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}