{"id":1800,"date":"2016-10-19T12:06:22","date_gmt":"2016-10-19T12:06:22","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syedara.com\/?p=1800"},"modified":"2016-10-19T12:06:22","modified_gmt":"2016-10-19T12:06:22","slug":"kisah-manipulasi-taman-yang-gagal-total","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=1800","title":{"rendered":"Kisah Manipulasi Taman, Yang Gagal Total"},"content":{"rendered":"<p>Intifada cyber armies sukses menghancurkan aksi manipulatif Ahokers di urusan soal taman. Wagub Djarot jadi korban Ahoker&#8217;s failed game. Dia dibully. Ironis ya.<\/p>\n<p>&#8220;Entah siapa&#8221; menyiapkan skenario distraksi dan mendeskreditkan gerakan umat Islam. Sepetak taman dimanipulasi. Tiga jenis tanaman (costus, sabangdara, ararea) dikorbankan.<\/p>\n<p>Pasca aksi tangkap penista agama, FPI difitnah sebagai perusak taman. Padahal taman itu sudah dirusak sebelum balai kota dipadati demonstrans.<\/p>\n<p>Sabtu 15\/10, media Ahok gencar merilis tema &#8220;taman rusak&#8221;. Minggu pagi, Wagub Djarot bersama rombongan kecil Ahoker berteatrikal bikin beres taman itu. Sejumlah media dan stasiun tivi (macam metrotivi) ikut. Spanduk bertulis &#8220;gotong royong&#8221; dipasang. Sejumlah perempuan Ahoker berhijab ditampilkan. Agar tercipta kesan Ahok didukung muslimah.<\/p>\n<p>Selama tiga jam, hantu-hantu cyber menggoreng isue ini di sosmed. Sampai seseorang menampilkan foto dan kronologi peristiwa fakta yang sebenarnya terjadi.<\/p>\n<p>Rupanya, dinas &#8220;tertentu&#8221; telah merapikan taman itu. Sepetak area disisakan sebagai panggung teatrikal Djarot dan Ahoker. Hanya sepetak, tapi bisa jadi &#8220;berita heboh&#8221; di tangan Metrotivi dan buzzer. Itulah media Ahok.<\/p>\n<p>Siang sampai malam, para Ahoker manipulator bungkam. Aksi Hoax Djarot cs ketauan.<\/p>\n<p>Saya cuma bisa bilang: kasian.<\/p>\n<p>Mungkin Djarot terinspirasi gerakan Martin Luther King Jr on &#8220;Civil Rights March to Washington&#8221; yang sukses mengubah pandangan rasial Amerika. Mungkin lagi, via aktivisme beresin sepetak taman, Djarot bermaksud hendak mendemonisasi FPI dan ormas Islam yang kemarin berdemonstrasi damai menuntut Ahok ditangkap.<\/p>\n<p>Djarot and his gank memilih metode &#8220;manipulasi&#8221; klasik-modern, gunakan media lancarkan distraksi (soal penistaan ayat Al Maidah), terapkan strategi &#8220;aktivisme&#8221; to change social views. Aktivisme itu berupa &#8220;beresin sepetak taman&#8221;, sebagai ganti orasi penistaan Alquran di Pulau Seribu.<\/p>\n<p>Sayangnya, Djarot dan Ahoker lupa bahwa sekarang abad sosial media. Rezim diktator media mainstream tidak mampu lagi mengatur dan memanipulasi berita.<\/p>\n<p>Akibat kegagalan total ini, Djarot dan Ahoker jatuh terjerembab menjadi &#8220;manipulator&#8221;. Karena memilih strategi manipulasi.<\/p>\n<p>Di American Philosophical Quarterly, Patricia Greenspan menulis, &#8220;Indeed, manipulation is the often recommended as a strategy particularly for women, or simply is treated as characteristic of women&#8221;.<\/p>\n<p>Nah jadi janggal bila seorang politisi pria seperti Djarot gunakan strategi manipulasi itu. Atau jangan-jangan &#8230;.. only God knows.<\/p>\n<p>THE END<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Intifada cyber armies sukses menghancurkan aksi manipulatif Ahokers di urusan soal taman. Wagub Djarot jadi korban Ahoker&#8217;s failed game. Dia dibully. Ironis ya. &#8220;Entah siapa&#8221; menyiapkan skenario distraksi dan mendeskreditkan gerakan umat Islam. Sepetak taman dimanipulasi. Tiga jenis tanaman (costus, sabangdara, ararea) dikorbankan. Pasca aksi tangkap penista agama, FPI difitnah sebagai perusak taman. Padahal taman&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1801,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[283],"tags":[528,289,529],"class_list":["post-1800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-ahok","tag-kisah","tag-taman-kota"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}