{"id":1838,"date":"2016-10-29T13:40:57","date_gmt":"2016-10-29T13:40:57","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syedara.com\/?p=1838"},"modified":"2016-10-29T13:40:57","modified_gmt":"2016-10-29T13:40:57","slug":"untuk-kamu-yang-lampu-kendaraannya-warna-putih-silau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=1838","title":{"rendered":"Untuk Kamu Yang Lampu Kendaraannya Warna Putih Silau"},"content":{"rendered":"<p>Bukan fenomena baru, banyak pengguna\u00a0mobil yang keranjingan ganti lampu utama dengan produk\u00a0aftermarket\u00a0semisal HID atau LED. Kebanyakan warna putih bersih, dengan dalih penggantian tersebut membuat nyala lampu makin terang saat malam. Fenomena itu pun berujung protes dari para sopir truk.<\/p>\n<p>Belakangan menjadi viral,\u00a0postingan\u00a0akun Facebook\u00a0Bahri Shohibul pada\u00a0wall\u00a0grup Persatuan Sopir Truk Indonesia, yang pada intinya, meminta pengertian para pengguna\u00a0motor\u00a0dan mobil pribadi yang memakai lampu putih. Bahwa sorot lampu tajam itu sangat menyilaukan pandangan mereka.<\/p>\n<p>Bahri bahkan menceritakan kondisi kebanyakan para sopir yang sudah lelah karena membawa barang atau bahan yang dbutuhkan masyarakat. Saat berpapasan dengan mobil yang berlampu silau warna putih, seketika pandangan menjadi gelap.<\/p>\n<p>\u201dTahukah kalian jika mata kami\u00a0hilang fokus akibat ulah kalian, nyawa kami taruhannya. Bahkan bisa berakibat pada\u00a0pengendara lain, atau nyawa anda. Coba berdiri di depan motor atau mobil Anda, kalau tak percaya,\u201d begitu penggalan ucapan Bahri.<\/p>\n<p>Sopir truk asal\u00a0mojokerto, Jawa Timur, itu juga berharap pulang dengan selamat, karena masih ada\u00a0keluarga\u00a0yang setia menunggu di\u00a0rumah. Bahri pun meminta para pengguna mobil atau motor dengan lampu silau utnuk menghargai para sopir (mungkin pengendara lain juga) dan menganggapnya bukan sebagai sampah.<\/p>\n<p>Sebenarnya, pabrikan atau produsen mobil atau\u00a0sepeda motor, sudah mempertimbangkan masak-masak penggunaan lampu utama yang tak menyilaukan. Bahkan ketika para produsen memutuskan untuk pakai lampu teknologi Xenon atau proyektor pun, sudah diuji coba dan hasilnya tidak menyilaukan mata.<\/p>\n<p>Kesalahan orang dalam penggunaan lampu ini kebanyakan menganggap bahwa semakin terang lampu, maka semakin terbantu dia melihat\u00a0jalan. Padahal, sorot tajam itu bikin pengendara silau alias mengganggu pengendara lain.<\/p>\n<p>Polisi\u00a0pun sudah pernah menyatakan untuk menindak tegas para pengguna mobil atau motor yang mengganti lampu standar mereka dengan yang lebih terang sampai menyilaukan. Tentu, dengan dasar undang-undang yang berlaku.<\/p>\n<p>Undang-undang no 22 tahun 2009 tentang\u00a0lalu lintas\u00a0dan\u00a0Angkutan Jalan Pasal 279 menyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan\u00a0Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58, dipidana dengan\u00a0pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau\u00a0denda paling banyak Rp 500.000.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan fenomena baru, banyak pengguna\u00a0mobil yang keranjingan ganti lampu utama dengan produk\u00a0aftermarket\u00a0semisal HID atau LED. Kebanyakan warna putih bersih, dengan dalih penggantian tersebut membuat nyala lampu makin terang saat malam. Fenomena itu pun berujung protes dari para sopir truk. Belakangan menjadi viral,\u00a0postingan\u00a0akun Facebook\u00a0Bahri Shohibul pada\u00a0wall\u00a0grup Persatuan Sopir Truk Indonesia, yang pada intinya, meminta pengertian para&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1839,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[283],"tags":[547,548],"class_list":["post-1838","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-kendaraan","tag-lampu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1838","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1838"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1838\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}