{"id":2034,"date":"2017-03-27T09:01:08","date_gmt":"2017-03-27T09:01:08","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syedara.com\/?p=2034"},"modified":"2017-03-27T09:01:08","modified_gmt":"2017-03-27T09:01:08","slug":"polisi-pergoki-sembilan-pasangan-mesum-di-kamar-hotel-melati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=2034","title":{"rendered":"Polisi Pergoki Sembilan Pasangan Mesum di Kamar Hotel Melati"},"content":{"rendered":"<p>Sembilan pria dan wanita tanpa ikatan pernikahan terjaring dalam operasi Cipta Kondisi yang digelar Polres Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 27 Maret 2017 dini hari.<\/p>\n<p>Sembilan pasangan itu tepergok sedang berduaan di kamar di sebuah hotel melati di Jalan Sulawesi, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dini hari tadi.<\/p>\n<p>Dalam operasi tersebut, polisi menyisir satu per satu kamar hotel. Awalnya, polisi menemukan dua pasang muda-mudi tengah asyik memadu kasih dengan pakaian minim.<\/p>\n<p>Di kamar terpisah, polisi juga memergoki seorang pegawai negeri sipil (PNS) asal Sulawesi Utara sedang berduaan dengan lawan jenis,<\/p>\n<p>Saat polisi memintanya menunjukkan buku nikah, si PNS hanya menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).<\/p>\n<p>Selain menangkap pasangan yang diduga berbuat mesum, polisi menemukan belasan pil yang masuk daftar G dan satu kemasan diduga berisi sabu.<\/p>\n<p>Sembilan pasangan bukan suami istri itu dibawa ke kantor polisi setempat untuk didata. Dari sembilan pasangan, beberapa di antaranya berstatus mahasiswa dan mahasiswi.<\/p>\n<p>Tidak hanya merazia hotel dan rumah indekos, polisi juga menggelar operasi di tempat hiburan malam.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi pasangan mesum akan dipulangkan ke orangtuanya dan menandatangani surat pernyataan. Apabila ditemukan lagi maka akan dinikahkan langsung,&#8221; kata Kepala Bagian Operasional Polres Pelabuhan Makassar, Kompol Suaeb Majid.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sembilan pria dan wanita tanpa ikatan pernikahan terjaring dalam operasi Cipta Kondisi yang digelar Polres Pelabuhan Makassar, Sulawesi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[283],"tags":[166,164],"class_list":["post-2034","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news","tag-khalwat","tag-mesum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2034"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2034\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}