{"id":2991,"date":"2026-08-07T05:58:31","date_gmt":"2026-08-07T05:58:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=2991"},"modified":"2026-08-07T05:59:00","modified_gmt":"2026-08-07T05:59:00","slug":"densus-88-at-wilayah-aceh-silaturahmi-ke-maa-sinergi-pencegahan-ekstremisme-melalui-pendekatan-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=2991","title":{"rendered":"Densus 88 AT Wilayah Aceh Silaturahmi ke MAA: Sinergi Pencegahan Ekstremisme Melalui Pendekatan Adat"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong>, 7 Agustus 2026 \u2014 Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri Wilayah Aceh menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi tahunan dengan jajaran pengurus Majelis Adat Aceh (MAA). Pertemuan yang berlangsung di Aula Meusapat Adat pada Jumat pagi ini menyoroti pentingnya pendekatan preventif berbasis kolaborasi dalam mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme, yang kini kian mengkhawatirkan karena mulai menyasar anak-anak di bawah umur.<\/p>\n<p><strong>Densus 88<\/strong> atau <strong>Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri<\/strong> adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dibentuk untuk mengatasi dan menanggulangi tindak pidana terorisme di Indonesia. Satuan ini diresmikan pada tahun 2004 menyusul tragedi Bom Bali 2002. Densus 88 AT Polri terdiri dari anggota-anggota polisi yang memiliki keahlian serta berpengalaman dalam strategi dan taktik terhadap tindak pidana terorisme. Selain itu, seluruh\u00a0provinsi yang ada di Indonesia\u00a0juga memiliki perwakilan Densus 88 AT Polri yang disebut dengan Satgaswil Densus 88 AT Polri. Fungsi Satgaswil Densus 88 AT Polri adalah intelijen dan pengawasan yaitu dengan mendeteksi aktivitas para teroris di masing-masing provinsi.<\/p>\n<p>Dalam audiensi tersebut, Plh. Kasatgaswil Aceh Densus 88, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono, menekankan pergeseran strategi Densus 88 yang saat ini tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum secara langsung, melainkan lebih mengedepankan pendekatan kolaboratif untuk mengedukasi dan memitigasi paparan teror di tengah masyarakat. &#8220;Ancaman teror saat ini telah merambah pada anak-anak. Faktor perundungan (bullying) di sekolah serta lingkungan menjadi celah masuk yang dominan menjadikan mereka rentan sebagai pelaku teror. Kami bahkan tengah mendorong Gubernur untuk mengeluarkan Surat Edaran terkait pembatasan penggunaan ponsel bagi anak di bawah umur,&#8221; jelas AKBP Goentoro.<\/p>\n<p>Merespons hal tersebut, MAA menyatakan komitmen dan dukungan penuh. MAA yang mengemban amanah mengawal tegaknya nilai-nilai adat serta syariat di Aceh, memandang kolaborasi edukasi ini sejalan dengan program strategis lembaga. Ketua Pemangku Adat MAA menegaskan bahwa upaya pencegahan terorisme di Aceh tidak dapat dilepaskan dari peran dua unsur sentral: ulama dan tokoh adat. MAA saat ini juga secara aktif mempromosikan pemberdayaan keluarga &#8220;meuadab&#8221; dan mengoptimalkan Peradilan Adat melalui Keadilan Restoratif (Restorative Justice) di tingkat mukim dan gampong.<\/p>\n<p>Pendekatan kearifan lokal dinilai sangat relevan untuk menanggulangi persoalan ini. Konsep pelindungan anak komunal masyarakat Aceh, seperti filosofi &#8220;aneuk ureng laen aneuk geutanyoe cit, ta didik sama-sama&#8221; (anak orang lain adalah anak kita juga, kita didik bersama) serta implementasi &#8220;pageu gampong&#8221; (pagar desa) yang ditopang tiga pilar hak anak\u2014aneuk kandong, aneuk kaom, dan aneuk gampong\u2014dipercaya dapat menjadi modal sosial penangkal radikalisme yang kokoh. Hal ini dipertegas dengan pepatah &#8220;tapubla rumoh sebelum tutong, ta sedia payung sebelum hujen teuka&#8221; (padamkan api sebelum rumah terbakar, sediakan payung sebelum hujan turun) yang mencerminkan urgensi pendidikan preventif sejak dini, di mana keluarga berperan sebagai garda terdepan.<\/p>\n<p>Sekretaris Pemangku Adat MAA, Abdurrahman, turut menyoroti dampak perubahan zaman dan melemahnya peran keteladanan atau figur &#8220;guree&#8221; (guru\/tokoh teladan). Penguatan peran tokoh dan keteladanan keluarga ini dinilai mutlak diperlukan agar watak anak-anak tidak menjadi keras dan rentan terpapar ajaran ekstrem.<\/p>\n<p><strong>Tindak Lanjut Audiensi:<\/strong><\/p>\n<p>Pertemuan konstruktif ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi. Kepala Sekretariat MAA menyambut baik peluang untuk memformalkan kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang nantinya berpotensi diselaraskan dengan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Ekstremisme (RAD PE) Provinsi Aceh.<\/p>\n<p>Menutup pertemuan, Wakil Ketua 2 MAA, Barlian AW, memberikan apresiasi atas keberhasilan Densus 88 Polri secara empiris dalam menggagalkan berbagai rencana serangan teror di Indonesia. &#8220;Kami merasa terhormat atas kunjungan edukatif ini. Semoga ke depan, program edukasi bersama dan masukan-masukan strategis dari Tim Densus 88 dapat segera kita realisasikan,&#8221; pungkasnya (RS).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, 7 Agustus 2026 \u2014 Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri Wilayah Aceh menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi tahunan dengan jajaran pengurus Majelis Adat Aceh (MAA). Pertemuan yang berlangsung di Aula Meusapat Adat pada Jumat pagi ini menyoroti pentingnya pendekatan preventif berbasis kolaborasi dalam mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme, yang kini kian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2992,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[283],"tags":[834,706],"class_list":["post-2991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-densus-88","tag-maa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2991"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2994,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2991\/revisions\/2994"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}