{"id":709,"date":"2013-01-28T08:50:08","date_gmt":"2013-01-28T08:50:08","guid":{"rendered":"http:\/\/news-feday.16mb.com\/?p=709"},"modified":"2016-09-16T06:52:40","modified_gmt":"2016-09-16T06:52:40","slug":"awet-muda-dengan-tempe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=709","title":{"rendered":"Awet Muda Dengan Tempe"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Segala daya upaya telah dikakukan oleh manusia untuk berpenampilan awet muda, mulai dari penggunaan kosmetik, hormon sampai menjadi vegetarian. Dengan resiko dan tingkat keberhasilan yang bervariasi. Berdasarkan kajian-kajian teori, penelitian dan fakta yang ada, ternyata tempe merupakan jenis makanan yang berdampak awet muda. Dengan catatan tempe yang dikonsumsi bermutu baik dan pola konsumsi yang teratur (minimal 100 g\/hari).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Tempe tergolong makanan yang membuat awet muda karena memenuhi criteria sebagai berikut :<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">merupakan makanan yang dapat meningkatkan kebugaran dan daya tahan fisik konsumennya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">menunda dan menghambat munculnya penyakit degeneratif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">mengurangi berbagai penyakit terkait dengan gizi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">dapat mempenjang harapan hidup konsumennya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Keistimewaan tempe :<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Kandungan proteinnya cukup tinggi Dalam 100 g tempe segar terkandung 10 g protein <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Kandungan lemak tempe cukup tinggi Yaitu 6,8 g lemak dalam 100 g tempe segar. Namun tempe memiliki keunikan menghasilkan enzim lipae, yang mampu menguraikan lemak menjadi asam lemak esensial seperti linoleat, linolenat dan oleat. Asam lemak ini merupakan komponen sel dan molekul sumber energi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Kadar karbohidrat tempe relatif rendah, sekitar 9,4 % <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Kandungan kalori relatif rendah Dalam 100 g tempe hanya terdapat 157 kalori. Dengan demikian tempe merupakan makanan yang cocok bagi penderita diabetes, orang yang diet atau yang ingin langsing.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Tempe kaya kan vitamin, seperti tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), vitamin B12 dan vitamin E <\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Mengandung kalsium (Ca)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Hasil penelitian menunjukkan, pola konsumsi tempe secara teratur, setiap hari dapat menurunkan kadar LDL (low density lipoprotein) dalam darah. LDL merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap penumpukan kolesterol di dinding arteri, oleh sebab itu disebut &#8220;kolesterol jahat&#8221;. Zat yang berperan memerangi &#8220;kolesterol jahat&#8221; tersebut ialah asam linoleat, asam linolenat, serat, niasin dan kalsium. Selain itu tempe juga menagndung senyawa yang mampu menghambat aktivitas HMG-CoA reduktase, enzim yang berperan dalam pembentukan kolesterol.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Khasiat tempe lainnya<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Menghindari terjadinya penyakit jantung<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Mencegah terjadinya kanker<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Memperbaiki metabolisme hormon steroid, menurunkan kolesterol dan melindungi sel-sel hati dari kontaminasi senyawa racun tertentu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Mencegah pertumbuhan sel kanker prostat tahap kritis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Meningkatkan ketahanan tubuh terhadap escherichiacdi (bakteri penyebab diare pada anak-anak dan balita)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: 'MS Sans Serif'; font-size: small;\">Antibiotik, yang menyebabkan kekekbalan terhadap penyakit disentri, tipus dan kolera<\/span><\/li>\n<li><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Segala daya upaya telah dikakukan oleh manusia untuk berpenampilan awet muda, mulai dari penggunaan kosmetik, hormon sampai menjadi vegetarian. Dengan resiko dan tingkat keberhasilan yang bervariasi. Berdasarkan kajian-kajian teori, penelitian dan fakta yang ada, ternyata tempe merupakan jenis makanan yang berdampak awet muda. Dengan catatan tempe yang dikonsumsi bermutu baik dan pola konsumsi yang teratur&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[23,427,171],"class_list":["post-709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-awet","tag-muda","tag-tempe"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=709"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/709\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}