{"id":765,"date":"2013-01-28T10:48:04","date_gmt":"2013-01-28T10:48:04","guid":{"rendered":"http:\/\/news-feday.16mb.com\/?p=765"},"modified":"2016-09-16T06:48:44","modified_gmt":"2016-09-16T06:48:44","slug":"jenis-tipe-karakter-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syedara.com\/?p=765","title":{"rendered":"Jenis Tipe Karakter Manusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/news-feday.16mb.com\/2013\/01\/jenis-tipe-karakter-manusia\/sifat\/\" rel=\"attachment wp-att-766\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft  wp-image-766\" alt=\"sifat\" src=\"http:\/\/news-feday.16mb.com\/wp-content\/uploads\/2013\/01\/sifat.jpg\" width=\"304\" height=\"304\" \/><\/a>Bicara watak manusia memang berbeda-beda setiap orang. Ini juga pernah di ungkapkan oleh Hipocrates yang lebih dikenal sebagai bapak ilmu pengobatan\u00a0 yang lahir sekitar 460-370 SM. Selain itu, Hipocrates juga mempelajari kepribadian manusia dan menggolongkan menjadi 4 karakter.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk lebih menyempurnakan ungkapan dari Hipocrates, Florence Littauer melalui bukunya<em>Personality Plus\u00a0<\/em>mengungkapkan sifat dan watak manusia itu ada empat macam.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, Koleris\u00a0<em>(ingin tampil ke depan, bersifat keras layaknya komandan tempur)<\/em>. Kedua, sanguin<em>(periang, hampir tak pernah kelihatan susah namun pelupa dan selalu ingin mendapat perhatian orang lain)<\/em>.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu ketiga, melankolis\u00a0<em>(serius, sistematis dan selalu memikirkan sebuah tindakan masak-masak sebelum melakukannya)<\/em>. Keempat, plegmatis<em>\u00a0(pasrah, tidak suka bertengkar dan nurut saja mana yang paling mudah)<\/em>.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Berikut empat karakter manusia itu secara jelas.<\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Koloris<\/strong><br \/>\nKalau menyelesaikan suatu pekerjaan maka seorang\u00a0<em>Koleris<\/em>\u00a0akan menyelesaikannya dengan caranya sendiri\u00a0<em>(My Way)<\/em>. Dia sungguh kreatif, bahkan kalau ada manual sekalipun maka dia tidak suka menuruti manual tersebut. Pokoknya si\u00a0<em>koleris<\/em>\u00a0akan berusaha menyelesaikan pekerjaan itu sampai tuntas. Syaratnya harus dengan cara yang diyakini olehnya benar, bukan dengan cara orang lain.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hambatan apapun akan diterjangnya guna mencapai tujuan.\u00a0<em>Koleris<\/em>\u00a0ini juga senang mengatur orang lain akan tetapi dia sendiri tidak suka kalau dipaksa-paksa untuk melakukan sesuatu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sanguin<\/strong><br \/>\nBagaimana seorang\u00a0<em>Sanguin<\/em>\u00a0harus menyelesaikan pekerjaannya? Ini susahnya. Orang\u00a0<em>Sanguin<\/em>\u00a0ini orangnya gampangan. Cara dia menyelesaikan pekerjaannya adalah dengan cara yang dianggapnya paling menyenangkan\u00a0<em>(Fun Away)<\/em>. Bagi dia kalau pekerjaan itu menyenangkan baginya maka dia bisa-bisa tidak ingat waktu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, karakter\u00a0<em>Sanguin<\/em>\u00a0ini terkesan bertele-tele karena ingin selalu mencari celah dalam melakukan pekerjaan yang bagi dia bisa menimbulkan kegembiraan. Si\u00a0<em>Sanguin<\/em>\u00a0ini juga suka menunda-nunda pekerjaan, bahkan kerap melupakan apa yang sudah dikerjakannya. Dia bekerja tanpa rencana dan cenderung menganggap remeh apapun yang dilakukannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sikap karakter sanguin ini cenderung seenaknya. Kalau ada keramaian maka orang\u00a0<em>Sanguin<\/em>\u00a0selalu tampil paling menonjol, entah dari segi pakaiannya, teriakannya yang menarik perhatian orang atau tingkah lakunya yang nyentrik. Si\u00a0<em>sanguin<\/em>\u00a0ini bisa diibaratkan seorang anak yang terkurung dalam tubuh orang dewasa. Awet muda dan senang bermain-main.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Melankolis<\/strong><br \/>\nNah ini dia tipe pekerja teratur. Senangnya rapi dan sistematis. Dalam menyelesaikan pekerjaan maka seorang yang berwatak\u00a0<em>melankolis<\/em>\u00a0akan memilih cara terbaik\u00a0<em>(best way)<\/em>, bagaimanapun caranya. Kalau ada manualnya maka dia akan mengikuti manual itu 100 % benar. Dia bekerja sangat tekun dan serius, dan selalu menuntut hal yang sama terhadap anak buah atau rekan-rekannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau ada yang melenceng sedikit dari kemauannya, maka dia akan murung dan muram sepanjang hari. Orang\u00a0<em>Melankolis<\/em>\u00a0ini cepat sekali tersentuh perasaannya. Hidupnya teratur dan kalau berpakaian selalu rapi dan\u00a0<em>charming<\/em>.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Plegmatis<\/strong><br \/>\nNah ini dia manusia yang paling menyenangkan bagi semua orang. Orang\u00a0<em>plegmatis<\/em>\u00a0ini nyaris tidak pernah marah. Senyumnya tulus. Hanya saja seperti orang yang tidak punya ambisi. Orangnya damai, dan tidak suka bertengkar. Dia juga pemalu dan cenderung tidak ingin menonjol di keramaian.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang\u00a0<em>plegmatis<\/em>\u00a0akan menerima pendapat orang lain apapun itu, meski belum tentu dia mengerjakannya. Kalau melakukan pekerjaan maka orang\u00a0<em>plegmatis<\/em>\u00a0akan melakukannya dengan cara yang paling mudah<em>(easy way)<\/em>. Kadang-kadang dengan menempuh jalan pintas.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari keempat temperamen di atas, seseorang mungkin memiliki suatu jenis kepribadian utama yang dipengaruhi oleh kepribadian lain. Jadi mana kepribadian Anda? Cocokkan saja ciri-cirinya dan semoga Anda bisa menyesuaikan diri dengan orang lain<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bicara watak manusia memang berbeda-beda setiap orang. Ini juga pernah di ungkapkan oleh Hipocrates yang lebih dikenal sebagai bapak ilmu pengobatan\u00a0 yang lahir sekitar 460-370 SM. Selain itu, Hipocrates juga mempelajari kepribadian manusia dan menggolongkan menjadi 4 karakter. Untuk lebih menyempurnakan ungkapan dari Hipocrates, Florence Littauer melalui bukunyaPersonality Plus\u00a0mengungkapkan sifat dan watak manusia itu ada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":766,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[55,314],"class_list":["post-765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-karakter","tag-manusia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/765\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syedara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}