Tidak mungkin dipungkiri bahwa munculnya sebuah ide adalah berasal dari ide-ide lain yang telah lahir sebelumnya. Sejauh kita masih bisa mencapai asal munculnya sebuah perkataan atau perbuatan seseorang, tentu kebiasaan merunut penukilan dari mana datangnya perkataan atau perbuatan tersebut adalah wujud pelestarian yang sangat baik. Jika saja kita mau dengan jujur mengakui, maka belum pernah ada proses pemetaan data perkataan yang begitu lestari, selain penjagaan kualitas perkataan dalam islam (Musthalah Hadist). Bukan dalam bentuk pelestarian kertas-kertas yang mungkin saja hilang, tetapi lebih kepada bagaimana ketatnya kriteria huruf per huruf yang sampai juga berasal dari siapa deretan kalimat tersebut. Apa yang diterima bukanlah berdasar atas apa yang disuka. Walau pahit sekalipun, jika benar ia berasal dari sumber perkataan itu, niscaya seharusnya ia diterima. Ujungnya, tentu pada terbangunnya sebuah sistem database dengan tingkat keotentikan yang sangat tinggi sampai-sampai saya berani menjamin bahwa Oracle, DB2 dan MySQL sekalipun bukan lagi tandingannya.
Kemudian jika kita kembali melihat pada apa yang sudah sempat kita tuliskan. Apakah sudah baik cara kita menyampaikan perkataan sumber referensi kita?. Meski yang baik belum tentu benar, tapi setidaknya masih tersedia lahan berbuat baik yang sangat luas yang jika saja keteguhan atas itu sanggup kita jaga, bukan tidak mungkin cara-cara yang benar akan muncul sebagai gantinya. 🙂
Untuk itu, sekedar mengingatkan, terutama jika kita ingin menjadikan blog sebagai sumber referensi yang diakui, maka sudah seharusnya penulis blog juga ikut patuh pada apa yang sudah berjalan sebagai adab (secara ilmiah) tentang bagaimana kita menyampaikan kembali (penukilan) artikel yang telah muncul sebelumnya. Berikut ini adalah sebagian contoh format penulisan referensi dan citasi yang sering digunakan (Lipson, 2006) menurut panduan publikasi APA (American Psychological Association) yang dikeluarkan pada tahun 2001 yang penggunaannya lebih banyak pada Ilmu-ilmu sosial, edukasi, engineering (keahlian tehnik) dan bisnis.