Karena penduduk Lemuria merupakan nenek moyang bangsa Atlantis, maka tak heran gambaran Lemuria sendiri sangat mirip dengan peradaban Atlantis. Mereka dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, tanah yang subur, terdapat gunung – gunung dan masyarakat yang makmur. Bangsa Lemuria juga sangat menguasa beberapa cabang ilmu pengetahuan yang didukung dengan teknologi yang sudah maju.
Sedikit berbeda dengan bangsa Atlantis yang suka melakukan invasi ke negeri lain, bangsa Lemuria diyakini sebagai penghuni yang memiliki tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, mencintai perdamaian dan sangat bermoral. Inilah yang menyebabkan bangsa Lemuria memiliki peradaban yang maju.
Hipotesa Lemuria berkembang sejak Philip Sclater, ahli zoologi asal Inggris yang menuliskan sebuah artikel tentang kemiripan bentuk fosil mamalia lemur di Madagaskar dan india pada tahun 1864. Sejak itu ia kemudian menyatakan bahwa Madagaskar dan India pernah bersatu sebagai salah satu benua yang besar.
Dari situlah kemudian berkembang teori Lemuria, sebut saja misalnya Ernst Haeckel, pakar teori evolusi yang mengatakan bahwa asal – usul manusia ada dan ditemukan di Asia. Ia percaya bahwa Hindustan (Asia Selatan) adalah lokasi sebenarnya dimana manusia pertama berevolusi. Haeckel berpendapat bahwa manusia berhubungan erat dengan primata Asia Tenggara dan menolak hipotesis Darwin yang menyebutkan dari Afrika.
Haeckel kemudian mengklaim bahwa rantai yang hilang itu bisa ditemukan di benua bernama Lemuria yang posisinya terletak di Samudera Hindia. Ia menuliskan Lemuria dalam buku Haeckel The History of Ceration (1884) yang menjelaskan migrasi rute manusia dari dan ke Lemuria. Ia juga mengklaim tak bisa menemukan fosil karena tenggelam ke dasar lautan.
Kemudian pada tahun 1887, Melchior Neumayr dalam bukunya menyebutkan tentang kemungkinan banyaknya jembatan yang kini terendam di dasar benua, karena itu ia menyebutkan dari sinilah distribusi ragam spesies ke penjuru dunia. Maka Lemuria disebut juga dengan Benua Cekung.
Di India, terdapat literatur naskah tentang Lemuria yang berkaitan erat dengan sebuah Kerajaan Kumari Kandam yang hilang. Penulisnya, Devaneya Pavanar, kemudian menyebutkan bahwa bangsa Tamil berasal dari Lemuria, salah satu peradaban manusia. Ia kemudian menjabarkan metodologi kejadian di mana Lemuria tenggelam pada masa 16.000 SM. Pada salah satu bukunya, ia menulis: ”(Dunia) Barat tidak tahu sampai sekarang, bahwa Tamil adalah bahasa klasik yang berasal dari Lemurian yang sangat maju…”
Pada tahun 1894, Federick Spencer Oliver mengklaim bahwa orang yang selamat dari benua cekung atau disebut Lemurian tinggal di Gunung Shasta, California Utara. Para Lemurian ini tinggal dis ebuah kompleks terowongan di bawah gunung dan kadang – kadang menampakkan diri dengan menggunakan jubah putih serta membentuk sebuah sekte persaudaraan.
Mungkin Lemuria memang pernah hilang dan kini mudah dilupakan, atau bahkan tak terdengar seiring dengan pengakuan ilmu pengetahuan tentang teori lempeng tektonik yang menyebutkan adanya bukti – bukti pergerakan dalam skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Dalam teori ini disebutkan bahwa Madagaskar dan India memang pernah bersatu sebagai sebuah daratan besar, tetapi ini terjadi karena pergerakan lempeng india yang melepaskan jutaan tahun lalu dan bergerak ke lokasi sebagaimana sekarang ada dalam peta. Kedua daratan ini pecah dan tidak tenggelam ke dasar laut.
Meski begitu, misteri benua – benua hilang ini jelas memberi pelajaran kepada kita bahwa bisa saja negeri itu ada, kemudian penghuninya dihancurkan oleh kesombongan dan kepongahannya. Mereka lupa ada Sang Maha Pencipta.